Strategi Dakwah Umar Bin Khattab | Oncom.id


Strategi Dakwah Umar Bin Khattab

Dakwah yang dilakukan umar bin khattab berlandaskan keadilan, kasih sayang, sabar, ikhlas, saling menghargai, dan sikap peduli terhadap orang . Menceritakan mengenai strategi dakwah umar bin khattab selama menjadi khalifah memimpin kaum muslimin. Khalifah umar bin khatab melanjutkan perluasa dan pengembangan wilayah islam ke persia yang telah dimulai sejak masa khalifah abu bakar. Untuk menegakkan dan menyebarkan agama islam khalifah umar bin khatab menempuh jalan dan strategi dakwah sebagai berikut:

– Memperluas wilayah -> sehingga di sebut Futuhat al Islamiyah
– Menata administrasi dan keuangan negara -> dengan mendirikn baitul mal
– Penetapan kalender hijriah
– Menjadikan masjid lebih indah dan megah

Strategi Dakwah Umar Bin Khattab

Ceramah bukan hanya usaha kenaikan pengetahuan keagamaan dalam perilaku dan penglihatan hidup saja, tapi juga ke arah target yang bertambah luas. Apa lagi pada masa kini, ceramah agar lebih berperanan ke arah ke penerapan tuntunan Islam lebih lengkap dalam beragam faktor kehidupan. Untuk capai kesuksesan satu ceramah ditetapkan oleh beragam beberapa unsur ceramah seperti da’i, mad’u, materi, sistem, dan arah.

Dalam skripsi ini penuis cuma mengulas tenang sistem ceramah Bil Hal dalam sudut pandang Khalifah Umar bin Khattab. Ceramah yang sudah dilakukan Umar bin Khattab berdasarkan keadilan, kasih-sayang, sabar, tulus, sama-sama menghargakan, dan sikap perduli pada seseorang, baik orang Islam atau non-Islam. Umar bin Khattab lakukan ceramah dengan menekannkan konsep keteladanan.

Argumen riset ini dilaksanakan untuk ketahui dan memperbandingkan masihkah sama sesuai sistem ceramah yan dilaksanakan Khalifah Umar bin Khattab diaplikasikan pada masa kini ini atau dibutuhkan penyesuaian-penyesuaian dengan keadaan pada periode sekarang ini. Adapun rumusan permasalahan dalam skripsi ini ialah sistem ceramah bil hal dalam sudut pandang khalifah Umar bin Khattab? Selanjutnya apa sistem ceramah Khalifah Umar bin Khattab pada masa kini ini masih berkaitan?

Karena Khalifah Umar bin Khattab sudah meninggal dunia, karena itu riset yang sudah dilakukan ialah riset kepustakaan (library reseach) dan memakai pendekatan kualitatif. Maknanya penulis cari beberapa buku yang terkait dengan Khalifah Umar binKhattab atau yang terkait dengan judul yang ditelaah di perpustakaan, selanjutnya beberapa data yang diemukan dikaji dengan sistem bersejarah. Dalam masalah ini penulis memcoba menjelaskan atau memvisualisasikan mengenai bagaimana sistem ceramah bil hal dalam sudut pandang Khalifah Umar bin Khattab pada periodenya dan kaitannya dengan saat ini.

Dalam riset ini diketemukan kegigihan Umar bin Khattab saat lakukan ceramah bil hal sebagai seorang Khalifah diantaranya;

(1) futuhat dan pengembangan negeri-negeri Islam,

(2) pembagian daerah kekuasaan Islam,

(3) management pemerintah yang mencakup: konsep permufakatan, membuat instansi peradilan, konsep toleran, penataan warga, kebebasan memiliki pendapat.

(4) riwayat kalender hijriah,

(5) mengurus ekonomi negara,

(6) pembangunan kota dan fasilitas-sarana transportasi laut dan darat.

Ringkasannya ialah Umar bin Khattab ialah figur pimpinan yang tegas, keras tetapi berhati halus, adil, dan arif, dan semangat saat lakukan pembangunan untuk kesejahteraan rakyatnya dan menebarluaskan pesan dakwan Islam keberbagai pelosok jazirah Arab.

Strategi Utama Dakwah Yang Dilakukan Umar Bin Khattab

1. Peningkatan Daerah Islam

Pada periode pemerintah Umar bin Khatab, usaha peningkatan Daerah Islam terus diteruskan. Kemenangan dalam perang Yarmuk pada periode Abu Bakar, buka jalan untuk Umar untuk menggalakkan kembali upayanya. Dalam pertarungan di Ajnadin tahun 16 H/636 M, tentara Romawi bisa ditaklukkan. Seterusnya kota-kota di pesisir Syiria dan Pelestina, seperti Jaffa, Gizar, Ramla, Typus, Uka (Acre), Askalon dan Beirut bisa ditundukkan di tahun 18 H/638 M dengan diberikan sendiri oleh Patrik ke Umar bin Khatab.

Khalifah Umar bin Khatab meneruskan perluasa dan peningkatan daerah Islam ke Persia yang sudah diawali semenjak periode Khalifah Abu Bakar. Pasukan Islam yang ke arah Persia ini ada di bawah pimpinan panglima Saad bin Abi Waqas. Dalam perubahan selanjutnya, beruntun bisa ditaklukan kota-kota, seperti kadisia tahun 16 H/636M, kota Jalula tahun 17 H/638 M. Madain tahun 18 H / 639 M dan Nahawand tahun 21 H / 642 M.

Khalifah Umar bin Khatab meningkatkan kekuasaan Islam ke Mesir. Pada waktu itu warga Mesir, yakni suku bangsa Qibti (Qopti) mengalami penindasan dari bangsa Romawi dan benar-benar mengaharapkan kontribusi dari beberapa orang Islam. Sesudah sukses mengalahkan Syiria dan Palestina, Khalifah Umar bin Khatab memberangkatkan pasukannya yang sejumlah 4000 orang ke arah Mesir di bawah pimpinan Amr bin Ash. Target pertama ialah merusak pintu gerbang al Arisy, lalu beruntun al Farma, Bilbis, Tendonius (Ummu Dunain), Ain Sams, dan sukses merampas benteng babil dan Iskandariyah.

2. Keluarkan Undang-Undang

Antara jasa dan warisan Umar bin Khatab sepanjang dia memegang khalifah ialah mengatur pemerintah dengan keluarkan undang-undang. Diselenggarakan peraturan ketentuan perundangan berkenaan keteraturan pasar, ukuran dalam jual-beli, atur kebersihan jalan dan sebagainya.

3. Membagikan Daerah Pemerintah

Khalifah Umar bin Khatab membagikan wilayah jadi banyak daerah pemerintah, yakni pemerintah pusat dan pemerintah wilayah. Khalifah bertindak selaku pimpinan pemerintah pusat, dan di wilayah digenggam oleh beberapa gubernur yang menolong pekerjaan pemerintah khalifah di beberapa daerah.

4. Membuat beberapa dewan

Disamping itu, Khalifah Umar bin Khatab membuat beberapa dewan, diantarannya Dewan Koleksi Negara, dan Dewan Militer. Dia membuat utusan kehakiman, di mana hakim yang populer di saat itu ialah Ali bin Abu Thalib.

Strategi Dakwah Umar Bin Khattab. Khalifah umar bin khatab melanjutkan perluasa dan pengembangan wilayah islam ke persia yang telah dimulai sejak masa khalifah abu bakar. Dakwah yang dilakukan umar bin khattab berlandaskan keadilan, kasih sayang, sabar, ikhlas, saling menghargai, dan sikap peduli terhadap orang . 5 rafi’udin dan maman abdul djaliel, prinsip dan strategi dakwah, (bandung: Menceritakan mengenai strategi dakwah umar bin khattab selama menjadi khalifah memimpin kaum muslimin.

Tinggalkan komentar